Selasa, 31 Maret 2009

Galodo Kembali Menerjang Tanah Datar

Akibat galodo, 788 warga Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Senin (30/3) malam harus mengungsi. Para pengungsi ini umumnya kehilangan seluruh harta benda, termasuk rumah mereka. Galodo atau terjangan air deras yang membawa tanah, lumpur, serta bebatuan dari puncak Gunung Merapi, terjadi Senin pagi. Material ini menghantam rumah warga dan menyebabkan lebih dari 50 rumah rusak ringan dan parah. "Galodo datang disertai bunyi gemuruh yang menakutkan. Kabut tebal menyelimuti Gunung Merapi sehingga kami tidak bisa melihat apa yang terjadi. Tahu-tahu, satu jam kemudian usai kejadian, rumah sudah porak poranda," papar Yusni (47), warga Jorong Babussalam Kecamatan Sungai Tarub, Tanah Datar. Hingga malam, material galodo di Kecamatan Sungai Tarab masih berserakan. Dua alat berat yang dikerahkan belum sanggup membersihkan lumpur, batu besar, serta batang pohon. Tenda-tenda pengungsian segera dibangun di sejumlah titik sekitar lokasi. Pemprov Sumatera Barat lewat Gubernur Gamawan Fauzi menyalurkan bantuan dana Rp 100 juta bagi pengungsi. "Provinsi akan menyalurkan bantuan beras 200 ton beras. Bupati pun bisa mengeluarkan beras bantuan 100 ton," ujar Gamawan. (Dikutip dari www.Kompas.com)

0 komentar:

Posting Komentar