Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 April 2015

12 Tipe Guru yang Tidak Akan Dilupakan Siswanya

HUBUNGAN guru dan siswa ternyata hubungan yang indah untuk dikenang. Nggak kalah indah dengan mantan pacar. Kadang berlangsung rumit, kadang terasa romantis, tapi sesekali menegangkan dan terasa penuh konflik.
Bagi saya, hubungan guru bukan hubungan transkaisonal di kelas semata. Hubungan dengan guru juga hubungan kultural dua manusia beda usia.
Oleh karena itu, ketika siswa dan guru harus berpisah, kenangan dengan guru akan melekat erat. Tidak jarang, seorang siswa mengingat gurunya hingga ia tua.
Tapi, memang harus diakui, tidak semua sosok guru mudah dikenang. Biasanya hanya guru-guru dengan karakter khusus yang diingat siswanya hingga tua. Berikut beberapa di antaranya :

Senin, 24 September 2012

TIPS AMBIL HATI ATASAN (TANPA MENJILAT)

Ingin naik jabatan? Pastinya hal tersebut jadi dambaan. Karier naik dan tentu demikian juga dengan gaji. Karena itu, sesekali Anda juga harus pintar-pintar mengambil “hati” atasan. Tentu, bukan dengan cara menjilat atau mencari muka.

Berikut beberapa tips yang sebagian disarikan dari buku Lead Your Boss: the Subtle Art of Managing Up yang ditulis oleh John Baldoni yang dapat Anda terapkan di kantor/instansi agar atasan “jatuh cinta”, tanpa membuat rekan kerja menganggap kita hanya cari muka.

Nikmati Pekerjaan

Selalu tampil ceria dan antusias, walaupun beban pekerjaan yang diberikan atasan kepada Anda sangat banyak. Tunjukan sikap dan kepribadian yang positif setiap saat. Tapi, kita tetap harus tahu batas kemampuan yang dimiliki. Katakan terus terang kepada atasan bila kita tidak mampu mengerjakannya sendiri.

Bekerja maksimal

Yakinkan dan tunjukkan kepada atasan bahwa Anda bisa bekerja dengan tanggung jawab 100%. Selesaikan pekerjaan sebelum waktu deadline yang telah ditentukan, dan selalu tepat waktu.

REKAN KERJA (PENJILAT)


Sebenarnya kantor atau tempat kerja itu merupakan tempat kedua selain rumah kita, dan tempat untuk mengukir prestasi, mencari wawasan dan mendapatkan lingkungan kerja beserta teman yang baru. Tetapi tak asing lagi ketika kita mendengar maupun melihat, baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung apa arti kata mencari muka??

Mencari muka yaitu ketika berbicara dengan rekan sekerjanya, ia selalu baik dihadapannya, tetapi sangatlah buruk dibelakangnya. Seperti mereka menusuk pisau kepada seseorang dari arah belakang.

Kita ambil satu contoh, ketika ada satu rekan sekerja disuatu perusahaan/instansi yang selalu ingin mengambil perhatian lebih dari orang2 disekitarnya dan ia sangat berfokus sekali dalam aksinya agar bisa mendapatkan simpatik lebih dari atasannya.

Dan ketika mereka mulai menjalankan aksinya, mereka sangatlah cerdik agar maksud dan tujuan terselubung mereka tidak bisa sampai diketahui oleh rekan sekerjanya, akan tetapi ada juga yang tidak mau peduli dengan hal itu.

TIPS BELAJAR EFEKTIF DAN EFISIEN

Belajar adalah sesuatu yang menyegarkan. Jadi hadapi dengan penuh keceriaan dan hati bahagia, anggap buku tebal-tebalmu itu seperti sebuah novel petualangan yang sangat seru, buku cerita yang amat menantang, dan games yang sulit dipecahkan sehingga bersemangat.
Tentu, belajar juga ada cara-caranya, dan setiap orang pasti berbeda-beda. Beberapa poin emas tips belajar:
  1. Hari pertama sekolah, ulang kembali pelajaran yang didapat. Baca secara singkat pelajaran yang akan diajarkan esok hari buat kerangkanya saja. Begitu pelajaran itu diterangkan esoknya, kamu sudah punya gambaran. Dan sepulang sekolah kamu tinggal mengulang untuk  bikin kesimpulan atau ringkasan saja.
  2.  Usahakan untuk konsentrasi penuh saat guru mengajar di dalam kelas.
  3. Mengetik atau menulis kembali pelajaran yang telah diajarkan juga akan membantu, karena sama saja dengan membaca.
  4. Setelah membaca ulang pelajaran, cobalah buat kesimpulan dengan kalimatmu sendiri. Ini akan membantu agar materi tersebut membekas tajam dalam memorimu.

Minggu, 04 Maret 2012

Pemimpin (dihargai)

Setiap individu adalah pemimpin. Setiap pemimpin adalah pengambil keputusan. Dan sebuah keputusan harus diambil.

Mengapa sebuah keputusan harus diambil? Di tengah situasi hidup yang terasa semakin menghimpit, menyikut dan menindas, berbagai pilihan dalam hidup menyerbu. Setiap orang mendapatkan pilihan-pilihan dalam hidup dimana setiap pilihan mengantarkan pada pilihan berikutnya. Hidup adalah rangkaian pilihan-pilihan dimana setiap orang adalah pemimpin (dirinya sendiri) untuk mengambil keputusan.

Beberapa dari kita mungkin mengejar segala sesuatu yang bisa menaikkan status sosial. Misal, ada yang rela sampai ngutang untuk membeli gadget mahal, mobil, atau apalah. Tujuan akhirnya agar bisa dihargai dan diterima oleh lingkungan sosialnya. Ya, kita butuh penghargaan karena kita semua memiliki nilai.

Sayangnya, kehidupan ini bagaikan sebuah cermin. Seringkali kita ingin untuk dihargai tapi enggan untuk menghargai orang terlebih dahulu. Bahkan kadang saking inginnya kita menggunakan power yang tidak semua orang miliki. Misalnya : jabatan. Bisa sih, hanya seberapa tulus orang menghargai Anda. Kalau sudah tidak menjabat? Anda bakalan ditinggalkan malahan mungkin di buang!

Lain dengan pemimpin yang biasa menghargai timnya. Mereka akan mendapatkan penghargaan balik,  loyalitas yang luar biasa dari tim yang dipimpinnya. Bahkan pemimpin model ini bakal dielu-elukan, kalau perlu dipertahankan oleh timnya.

Mari, kita mencoba belajar menghargai orang lain. Jangan melihat dari strata sosialnya atau apa pekerjaannya. Mereka semua manusia, sama seperti kita. Dan lagipula di mata Sang Pencipta, bukan harta, materi atau status sosial yang membedakan antar manusia tapi ketakwaannya terhadap Sang Khalik. Boleh jadi mereka yang tidak kita hargai karena levelnya di bawah kita jauh lebih mulia di mata PenciptaNYA.

Senin, 19 April 2010

Hindarilah Saling Menggunjing (Ghibah)


“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”. (QS. Al Hujuraat : 11)

Allah swt telah memberikan kepada manusia begitu banyaknya karunia dan rahmatNya, dalam hal ini salah satunya adalah lidah kita sebagai sarana komunikasi lisan untuk menyampaikan informasi. Informasi yang disampaikan oleh seseorang bisa jadi hal yang sangat dibutuhkan orang lain demi kebaikan. Namun ada juga merupakan informasi mengenai perihal seseorang yang bisa jadi berita kejelekan seseorang. Dan ini lah perbuatan lidah yang sangat dibenci oleh Allah.

Jumat, 15 Januari 2010

PUSTAKA SEKOLAH DIANTARA KERINDUAN



"Loh, Semuanya Udah Lengkap, Tapi Setelah Di Kaji Lagi Lebih Dalem, Pustakanya Mana Yaaaa", itu adalah salah satu kata yang terucap dari mulut yang antusia dengan kemajuan dan penabung ilmu. Pustaka adalah Rumah Ilmu, yang namanya rumah haruslah di lengkapi dengan semua peralatan pendukung dan membuat rumah nyaman untuk di tempati. Begitu juga dengan Pustaka Sekolah, Semakin berbenah dan semakin menjadi perhatian bersama untuk kemajuan siswa dan siswi agar murid bisa mencari ilmu tidak saja dari guru tapi bisa dengan cara menanbung ilmu di pustaka.

Pustaka bukan hanya sekedar nama yang terpampang pada dinding pintu masuk, pustaka adalah gerbang cakrawala penghubung ilmu yang mungkin sulit di cari akhirnya ketemu di pustaka. Maka untuk menggapai puncak piramida atas nama pustaka, perlu kiranya dilengkapi dengan berbagai buku dari displin ilmu yang berbeda. Agar target salah satu sekolah untuk memberikan pendidikan terbaik dan unggul kepada muridnya bisa cepat terwujud. Dengan adanya pustaka sekolah "kantong" muridpun bisa menjadi hemat, karena pustaka juga bisa di jadikan tempat "kredit" buku dan di bawa pulang.(http://www.dewihastinasih.blogspot.com)

Kamis, 30 April 2009

Yang Perlu Dihindari agar Kulit Tetap Mulus

Kompas.com 1.Camilan asin Murad, dokter kulit kenamaan, menyatakan bahwa asupan sodium bisa mengisap kelembaban kulit dan membuatnya kering. Inilah yang menyebabkan kantung mata, mata sembab, dan bengkak. Hindari camilan asin untuk tetap terlihat cantik. 2. Alkohol Sama seperti sodium, minuman beralkohol membuat kulit kering. Alkohol membuat lapisan atas saluran darah, semacam bentuk peradangan yang menghasilkan kerusakan kulit. 3. Makanan yang digoreng Ketika dipanaskan dengan temperatur tinggi, minyak sayur seperti yang digunakan di kebanyakan restoran cepat saji bisa menimbulkan 4-hydroxy-trans-2-nonenal yang juga disebut HNE. Hal ini bisa menyebabkan sel-sel kulit mati. Kulit mati bisa menyebabkan kulit kering, pecah-pecah, dan kusam. Belum lagi apa yang diakibatkan pada tubuh Anda yang lainnya. 4. Karbohidrat olahan Ini maksudnya permen, cake, dan makanan olahan lain. Makanan semacam ini penuh gula dan tepung putih yang membuat suplai androgen, hormon produksi minyak pada tubuh, meninggi. Sebuah studi menunjukkan, partisipan yang diet rendah gula tak memiliki banyak jerawat dibandingkan orang yang mengonsumsi lebih banyak makanan olahan. Lebih parah, karbohidrat semacam ini bisa menyebabkan glycation, yang membuat kolagen dan elastin lebih mudah menyerap dan rusak akibat radikal bebas.

Gigi Keropos akibat Minum Susu Sebelum Tidur

KOMPAS.com — Gigi balita Anda keropos? Hal ini bisa dilihat dari gigi depannya yang berwarna coklat kekuningan dan tidak utuh lagi. Jadi, kelihatannya seperti ompong. Selain itu, dua gigi gerahamnya berlubang. Padahal, Anda sudah mengajarinya untuk sikat gigi setiap kali mandi meskipun hasilnya belum sempurna. Si Kecil memang senang makan cokelat meskipun Anda tidak sering memberikannya. Jadi, kenapa ya giginya bisa keropos? Gigi keropos pada balita sangat mungkin akibat kebiasaan adanya makanan atau minuman manis yang tersisa di mulutnya ketika ia hendak tidur. Hal ini biasa terjadi pada anak yang diberi minum susu pada saat berangkat tidur, atau terjaga di malam hari, dan orangtuanya menyodorinya minuman manis agar tertidur kembali. Pada saat tidur air liur berhenti mengalir, dan sisa manis yang masih berada di mulutnya menjadi makanan lezat bagi para kuman di mulut. Kuman ini dalam proses hidupnya menghasilkan zat-zat kimiawi yang merusak gigi-geligi. Keadaan ini disebut pula sebagai tooth decay syndrome. Perhatikan juga, apakah si kecil senang sekali makan dan minum? Makanan pilihan yang cepat menggemukkan adalah yang manis-manis (termasuk susu dalam porsi besar), tidak hanya permen atau cokelat. Namun cokelat manis adalah musuh gigi terbesar sebab seringkali sisa cokelat menempel di antara gigi dan tak bersih tersikat. Anda juga harus waspada dengan berat badan si kecil sebab problem gigi yang belum selesai bisa ditambah dengan persoalan kegemukan yang bisa berlanjut sampai dewasa nanti. Persoalan gemuk kelihatannya bakal lebih rumit mengatasinya daripada gigi keropos. Sebenarnya gigi sulung rusak tidak apa asal sedikit saja dan rusaknya menjelang gigi bungsu saatnya tumbuh (lewat balita). Bila kerusakan gigi terjadi terlalu awal, kelak dapat menyebabkan proses pembusukan yang dapat menimbulkan nyeri dan kerusakan akar gigi. Untuk itu harus rajin ke dokter gigi untuk diperbaiki atau dirawat secara khusus. Gigi rusak bukan pertanda anak kekurangan kalsium. Gosok gigi sebelum tidur dan tidak makan atau minum apa pun (kecuali air putih) setelahnya hingga terjaga pagi hari adalah cara terbaik untuk mencegah gigi lainnya ikut-ikutan rusak. Selain sikat gigi, bila ingin gigi lebih bersih lagi penggunaan benang gigi (dental floss) amat dianjurkan, terutama pada mereka yang memiliki susunan geligi yang rapat.

Senin, 06 April 2009

Masihkah Dunia Pendidikan Penentu Masa Depan Bangsa

Oleh : DEWI HASTIN ASIH, S.KOM Guru TIK SMK N 2 Lubukbasung Sumatera Barat Saya Sangat Prihatin dengan dunia pendidikan saat ini. Dimana mana saya lihat tidak ada lagi rasa hormat dan rasa kekeluargaan terlahir dalam lingkungan sekolah. Apalagi dari etika berpakaian para murid disekolah, tidak adalagi yang menjurus ke standarisasi cara berpakaian seorang terpelajar. Kadang pakaian tersebut tidak memiliki atribut osis, Alamat Sekolah dan juga papan nama tidak lagi menempel didada mereka. yang lebih memiriskan lagi pakaian yang mereka kenakan kebanyakan mengikuti trend baju jaman sekarang (red:pakaian bebas).Tidak cukup sampai disitu dari sepatu, kaos kaki dan rambut merekapun tidak lagi mengikuti aturan umum yang telah ada yaitu sepatu harus hitam, kaos kaki putih dan rambut rapi. Kekerasanpunsering mewarnai akibat dipicu hal tersebut di atas, kadang - kadang karena kesal dan khilaf guru gak sanggup lagi menahan amarah nya melihat sikap murid dan akibat buruk bagi murid terjadilah tamparan ataupun hukuman fisik lainnya. tidak sampai disitu aja, sesama merekapun (red:murid) juga tidak ada lagi kesan sahabat (red:sahabat yang tulus) yang ada kebayakan cuma gank. Mau dikemanakan-kah Dunia Pendidikan kita saat ini..??? Jikalau semua yang telah saya gores diatas tidak segera di antisipasi. Akan Jadi apakah negara kita indonesia ini jikalau anak didik kebanggaan mereka tidak bisa mengangkat derajat mereka sendiri dimata dunia.

Minggu, 29 Maret 2009

“Selamatkan Hati Yang Terpasung”

Masih ingat Saat A’a Gym berdendang tentang senandung hati “ Jagalah Hati…. Jangan kau nodai, jagalah hati lentera hidup ini……”. Berangkat dari lagu ini tak disangkal lagi bahwa untuk bernyanyi tidak hanya memerlukan ketangkasan mulut tapi tak lepas dari kendali hati agar kita dapat menyampaikan pesan-pesan apa yang terselip dalam tiap baitnya. Akibat yang ditimbulkan bila bernyanyi dengan menyentuh hati secara merepeat Lagu diatas, tanpa sadar bisa membuat menganak sungai dipipi. Kapan itu Bisa terjawab…??? Disaat kita bangun dari tidur dan mulai menguakkan daun jendela, apa yang kita temukan…..? “Bapak memperkosa anak kandungnya, Pejabat KKN yang tak pernah tersentuh hukum, Seorang anak membunuh ibu kandungnya, Mahasiswa di Kejar Aparat dan bla-bla", sekelumit sarapan pagi sudah terhidang di meja makan kita. Padahal kemaren sebelum tidur malam mungkin saja kita baru mengasah lidah dengan anak kesayangan dan istri tercinta, tak pelak lagi mungkin pembantupun terkena goresan ketajaman lidah kita yang mengkilap tanpa kita sadari bahwa hati nurani masih mempunyai nafas. Di kantorpun yang yang penuh dengan kolega dan dihuni oleh otak – otak intelek masih saja mempunyai hobbi sikut sini sikut sana, yang penting kitalah diatas kitalah dewa !! seolah semua urusan tergenggam dalam lima kepalan jari kita, yang lain ngeh. Dan bawahan yang tak kalah hebatnya dari atasan, sudah mengambil sepak terjang dengan beribu jurus ancang-ancang, pratek suka pasang muka siap di lakoni, ABS (Asal Bapak Senang) mungkin dalam pemikirannya wajah atasan bisa pindah menempel ke wajahnya, wallahu’allam. Semua golongan hampir melupakan hati. Kadang-Kadang kita merasa terbahak di atas penderitaan orang- orang yang tersakiti, merasa menang karena mulut kita bertuah, merasa bangga dengan kedudukan yang merajakan kita, jangan..!!! semua itu hanya bunga-bunga dunia kalau tak hati-hati durinya bisa menggigit, seperti kata pepatah Senjata Makan Tuan. Sudah saatnya kita berbenah diri, meneruka kegelapan hati yang slama ini telah terabaikan. Kita mungkin tak sadar dan mungkin terkhilaf, berapa banyak hati yang terkasar dan telah menerima cap hitam dari segala gerak tingkah dan action yang mencuap dalam diri. Pakaian yang merupakan tameng keangkuhan dan aksesoris indera yang melekat pada diri telah memasung hati. Keegoan, kelicikan, kemunafikan, kesombongan dan masih banyak lagi sederatan minus lainnya, karena kita slalu berkaca pada mulutisme dan nafsuisme. Jika menengok kebelakang serasa bayangan hitam slalu mengiringi sambil mengejek dan mencibir, sadarkah kita betapa banyak raport merah kita ??? Tak perlu rasanya kita mempolitisir hati dengan berbagai retorika-retorika untuk menunggu perubahan, marilah kita tanpa malu menanggalkan Jubah Yang menjadi boomerang teramputasinya hati untuk memoles dan mendandani kembali hati yang sudah mulai mengerut. Supaya virus-virus nakal yang bersemayam terproteksi dengan seberapa banyak kita bisa menyiram hati dengan beribu sujud kepadaNYA. Tak rindukah kita, jikalau hati kita bisa bersalaman ?? Bercengkrama tanpa pendeteksi curigaisme. Sebagai wejangan yang di kutip dari sabda rasulullah SAW : “Barang siapa merasa menganiaya kepada saudaranya ( karena Seagama ), baikpun mengenai keperwiraanya ( seperti menyakiti hatinya, menghinakan, mencemoohkan, mencela, dan lain-lainnya) ataupun yang mengenai bendanya (seperti hutang-piutang, menipu atau ringkasnya mengambil harta saudaranya itu tanpa mendapatkan halalnya ), maka baiklah meminta halalnya sekarang ini kepada saudaranya tersebut, yaitu pada hari ini ( yakni ketika masih sama-sama berada di atas dunia ) sebelum datangnya suatu hari yang tidak bermanfaat lagi uang dinar atau emas dan dirham atau perak. Jikalau yang menganiaya itu mempunyai amal sholeh, lalu diambillah sekedar penganiayaannya dan jikalau tidak mempunyai kebaikkan, maka yang dianiaya tersebut di ambil keburukannya, lalu dipikulkan kepada orang yang menganiaya tersebut “. Diriwayatkan oleh Imam Bukhri dan sahabat abu Hurairah r.a. Cobalah tuk bertafakur, bertamu dan bertanya pada hati, Kita berada pada bagian yang mana..? Silahkan dicicipi dan dikunyah-kunyah. Sejauh mana hati kita sudah bermain. Tafakur Hati 11- may - 2004 Di Beranda Agam – Sumatera Barat

MENANTI PEMIMPIN BARU YANG IDEAL

Sekilas Seratus hari jenjang waktu yang dipatok seluruh masyarakat Indonesia untuk memotret kinerja pasangan presiden panutan rakyat Susilo Bambang Yudoyono dan Jusuf Kalla, sebagai bapak rakyat yang dipilih secara langsung dan terpilih langsung oleh masyarakat, masih berkutat pada jarum jam yang sama , ada bergerak – pindah sedikit tapi belum tampak banyak parubahan. Namun demikian, keseriusan SBY – JK untuk memberantas KKN dan sejenis sampai ke akar – akarnya patut kita beri acungan duo jempol, terbukti dalam seratus hari sudah banyak pejabat hitam dibuat ‘gamang’ nginap di bui dan masih saja terus menjalani prosesi hukum yang menjerat mereka dengan pasal – pasal yang sebenarnya sudah hafal dalam benak mereka, anti hukum..??? gak jamannya lagi. Keprofesionalan SBY – JK juga tidak kepalang basah tuk mengangkat para mentri – mentri dengan membuat kontrak tanggung jawab moral pada rakyat sebagai public service dan balas budi. Menanti sosok pemimpin baru yang ideal mempunyai integritas dan berkarisma seperti Jendral Susilo Bambang Yudoyono (SBY) juga sangat diharapkan oleh masyarakat Kabupaten Agam yang cenderung sudah piawai mengotak atik calon pemimpin daerah Agam lima tahun ke depan yang berlambangkan ‘harimau lalok’ tersebut. Gong Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang tinggal menghitung hari ini sudah tersiar sampai ke pelosok nagari, mulai dari rumah bagonjong Agam sampai ke kedai – kedai favorite. Kampanye terselubung pun sudah mulai di mainkan dan di lego malahan ada yang terang – terangan, why not…?? selama konteks kampanye berjalan secara fair, ‘Say No To Negative thinking and Black Campaign’. Tunjukkan pada masyarakat gimana cara berkampanye secara kekeluargaan dan menjadi tauladan yang baik oleh masing - masing Tim sukses sang pemimpin. Dari sistem pemilihan secara langsung dapat kita telaah bahwa sangat jauh berbeda daya tawarnya dibandingkan tahun – tahun sebelumnya yang bisa ditunjuk langsung oleh Dewan Perwakilan Rakyat, tidak tertutup juga kemungkinan adanya kongkalingkong dan bim salabim tapi itukan dulu, sekarang masyarakat yang pegang stir. Banyaknya bermunculan wajah – wajah baru menghiasi percaturan polik di Kabupaten Agam sudah selayak nya kita berikan applaus sebagai tanda awal tegak nya demokrasi disini dan kita pun tidak menafikan bahwa kandidat – kandidat tersebut juga mempunyai standararisasi dan manuver kepemimpinan yang sudah kenyang melintang di peta peta percaturan politik, begitu juga buat pemimpin agam di penutup jabatannya juga berhak maju kembali sekiranya masih di minanti rakyat, semuanya hanya bisa kita lihat pada final PILKADA secara langsung nantinya. Belajar dari pengalaman masa lalu, menuai nya di masa sekarang hal yang patut buat diapungkan supaya masyarakat kita bisa menjaring pemimpin terpilih nanti bersesuaian dengan prioritas pintar pemilih. Akankah hadir sosok SBY ditengah – tengah masyarat Agam..? yang memiliki wibawa, berintegritas tinggi, bertanggung jawab moral dan memberikan rasa aman serta menjulangkan prestasi Agam kedepan dalam pembangunan merata dan belajar pada sosok matahari terbit. Sehingga tugas yang dilimpahkan pada sosok terpilih nanti dapat bersinergi dengan tuntutan masyarakat banyak seperti pepatah ‘ke bukit sama mendaki ke lurah sama menurut, berat sama di pikul ringan sama di jinjing’ selama lima tahun kedepan. Harapan kita dan Masyarakat Kabupaten Agam nantinya, siapapun dia sosok pemimpin ideal adalah benar – benar pemenang telak, pemenang masyarakat, dan tampil sebagai tauladan yang bisa bersanding dengan masyarakat untuk menciptakan iklim yang kondusif dan disiplin. [ Artikel 07 Januari 2005 ]

Sabtu, 21 Maret 2009

Ungkapan Sederhana Untuk Istri Tercinta

Bila malam sudah beranjak mendapati Subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah istri Anda yang sedang terbaring letih menemani bayi Anda. Tataplah wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini badannya tak menemukan kesempatan untuk istirah barang sekejap, Kalau saja tak ada air wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari, barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada lagi. Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Di saat Anda sudah bisa merasakan betapa segar udara pagi, Tubuh letih istri Anda barangkali belum benar benar menemukan kesegarannya. Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis. Baru berganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi. Padahal tangan istri Anda pula yang harus mencucinya. Di saat seperti itu, apakah yang Anda pikirkan tenang dia? Masihkah Anda memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara lembut kepada anak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng sementara di saat yang sama Anda menuntut dia untuk nenjadi istri yang penuh perhatian, santun dalam bicara, lulus dalam memilih kata serta tulus dalam menjalani tugasnya sebagai istri, termasuk dalam menjalani apa yang sesungguhnya bukan kewajiban istri tetapi dianggap sebagai kewajibannya. Sekali lagi, masihkah Anda sampai hati mendambakan tentang seorang perempuan yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut? Tentu saja saya tidak tengah mengajak Anda membiarkan istri kita membentak anak-anak dengan mata rnembelalak. Tidak. Saya hanya ingin mengajak Anda melihat bahwa tatkala tubuhnya amat letih, sementara kita tak pernah menyapa jiwanya, maka amat wajar kalau ia tidak sabar. begitu pula manakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh kesempatan untuk tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan menanjak. Disaat itulah jarinya yang lentik bisa tiba-tiba membuat anak kita rnenjerit karena cubitannva yanq bikin sakit. Apa artinya? Benar, seorang istri shalihah memang tak boleh bermanja-manja secara kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng. Tetapi istri shalihah tetaplah manusia yang membutuhkan penerimaan. Ia juga butuh diakui, meski tak pernah meminta kepada Anda. Sementara gejolak-gejolak jiwa yang memenuhi dada, butuh telinga yang mau mendengar. Kalau kegelisahan jiwanya tak pernah menemukan muaranya berupa kesediaan untuk mendengar, atau ia tak pernah Anda akui keberadaannya, maka jangan pernah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu sendiri jika ia tiba-tiba meledak. Jangankan istri kita yang suaminya tidak terlalu istimewa, istri Nabi pun pernah mengalami situasi-situasi yang penuh ledakan, meski yang membuatnya meledak-ledak bukan karena Nabi Saw. tak mau mendengar melainkan semata karena dibakar api kecemburuan. Ketika itu, Nabi Saw. hanya diam menghadapi 'Aisyah yang sedang cemburu seraya memintanya untuk mengganti mangkok yang dipecahkan. Alhasil, ada yang harus kita benahi dalam jiwa kita. Ketika kita menginginkan ibu anak-anak kita selalu lembut dalam mengasuh, maka bukan hanya nasehat yang perlu kita berikan. Ada yang lain. Ada kehangatan yang perlu kita berikan agar hatinya tidak dingin, apalagi beku, dalam menghadapi anak-anak setiap hari, Ada penerimaan yang perlu kita tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan bundanya sebagai tempat untuk memperoleh kedamaian, cinta dan kasih-sayang. Ada ketulusan yang harus kita usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar ia masih tetap memiliki energi untuk tersenyum kepada anak-anak kita. Sepenat apa pun ia. Ada lagi yang lain: pengakuan. Meski ia tidak pernah menuntut, tetapi mestikah kita menunggu sampai mukanya berkerut-kerut. Karenanya, marilah kita kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan waktu telah melewati tengah malam, pandanglah istri Anda yang terbaring letih itu. lalu pikirkankah sejenak, tak adakah yang bisa kita lakukan sekedar Untuk menqucap terima kasih atau menyatakan sayang? Bisa dengan kata yang berbunga-bunga, bisa tanpa kata. Dan sungguh, lihatlah betapa banyak cara untuk menyatakannya. Tubuh yang letih itu, alangkah bersemangatnya jika di saat bangun nanti ada secangkir minuman hangat yang diseduh dengan dua sendok teh gula dan satu cangkir cinta. Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka, "Ada secangkir minuman hangat untuk istriku. Perlukah aku hantarkan untuk itu?" Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang bisa Anda lakukan. Mungkin sekedar membantunya menyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak, mungkin juga dengan tindakan-tindakan lain, asal tak salah niat kita. Kalau kita terlibat dengan pekerjaan di dapur, rnemandikan anak, atau menyuapi si mungil sebelum mengantarkannya ke TK, itu bukan karena gender-friendly; tetapi semata karena mencari ridha Allah. Sebab selain niat ikhlas karena Allah, tak ada artinya apa yang kila lakukan. Kita tidak akan mendapati amal-amal kita saat berjumpa dengan Allah di yaumil-kiyamah. Alaakullihal, apa yang ingin Anda lakukan, terserah Anda. Yang jelas, ada pengakuan untuknya, baik lewat ucapan terima kasih atau tindakan yang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih. Semoga dengan kerelaan kita untuk menyatakan terima-kasih, tak ada airmata duka yang menetes dari kedua kelopaknya. Semoga dengan kesediaan kita untuk membuka telinga baginya, tak ada lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas bantal karena merasa tak didengar. Dan semoga pula dengan perhatian yang kita berikan kepadanya, kelak istri kita akan berkata tentang kita sebagaimana Bunda 'Aisyah radhiyallahu anha berucap tentang suaminya, Rasulullah Saw., "Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku." Sesudah engkau puas memandangi istrimu yang terbaring letih, sesudah engkau perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ia sejenak untuk meneruskan istirahnya. Hembusan udara dingin yang mungkin bisa mengusik tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut untuknya. Hamparkanlah ke tubuh istrimu dengan kasih-sayang dan cinta yang tak lekang oleh perubahan, Semoga engkau termasuk laki-laki yang mulia, sebab tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia. Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu. Marilah kita ingat kembali ketika Rasulullah Saw. berpesan tentang istri kita. "Wahai manusia, sesungguhnya istri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana kalian mempunyai hak atas mereka. Ketahuilah,"kata Rasulullah Saw. melanjutkan, 'kalian mengambil wanita itu sebagai amanah dari Allah, dan kalian halalkan kehormatan mereka dengan kitab Allah. Takutlah kepada Allah dalam mengurus istri kalian. Aku wasiatkan atas kalian untuk selalu berbuat baik. " Kita telah mengambil istri kita sebagai amanah dari Allah. Kelak kita harus melaporkan kepadaAllah Taala bagairnana kita menunaikan amanah dari-Nya kah kita mengabaikannya sehingga gurat-gurat an dengan cepat rnenggerogoti wajahnya, jauh awal dari usia yang sebenarnya? Ataukah, kita sempat tercatat selalu berbuat baik untuk isti Saya tidak tahu. Sebagaimana saya juga tidak tahu apakah sebagai suami Saya sudah cukup baik jangan-jangan tidak ada sedikit pun kebaikan di mata istri. Saya hanya berharap istri saya benar-banar memaafkan kekurangan saya sebagai suami. indahya, semoga ada kerelaan untuk menerima apa adanya. Hanya inilah ungkapan sederhana yang kutuliskan untuknya. Semoga Anda bisa menerima ungkapan yang lebih agung untuk istri Anda. By M. Fauzil Adzim